Jusuf Kalla: Donor Darah Belum Jadi Gaya Hidup

Sabtu, 11 Februari 2012 - 01:14:45 WIB
Diposting oleh : Administrator   Kategori: Kemanusiaan - Dibaca: 7533 kali

TEMPO.COYogyakarta- Jumlah donor darah sukarela di Indonesia belum mencapai harapan yang ditargetkan Palang Merah Indonesia. Berdasarkan laporan PMI Kepengurusan 2009-2014, dari target donor darah sukarela 2012 sebanyak 2,3 juta hanya tercapai 1.371.638 orang pendonor. "Karena aktivitas donor darah belum menjadi gaya hidup. Ini yang harus diubah," kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla usai membuka Musyawarah Kerja Nasional PMI di Hotel Rich Yogyakarta, Jumat 23 Februari 2013.

Upaya yang dilakukan, menurut Kalla adalah menambah fasilitas untuk mengajak dan mempermudah masyarakat untuk menjadi pendonor darah. Antara lain dengan memobilisasi 96 bus unit donor darah ke 86 unit donor darah PMI di 33 PMI provinsi. "Jadi bus-bus itu yang akan mendatangi masyarakat yang akan donor darah. Itu bagian dari program peningkatan pelayanan donor darah," kata Kalla.

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, bahwa aksi donor darah sukarela adalah upaya untuk membantu masyarakat korban bencana di berbagai pelosok daerah, baik dalam negeri maupun luar negeri. Lantaran PMI adalah satu-satunya institusi yang secara fleksibel bisa masuk ke daerah bencana, termasuk daerah konflik. PMI telah memiliki perwakilan di 160 negara."Makanya perlu ada kampanye global untuk mendukung PMI dan Bulan Sabit Internasional," kata Sultan.

Acara mukernas tersebut diikuti 127 peserta dari 33 provinsi yang berlangsung hingga 24 Februari mendatang. Ada dua penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan PMI, yakni dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Kerja sama antara PMI dan BNP2TKI adalah tentang keikutsertaan PMI dalam memberikan perlindungan dan bantuan terhadap calon TKI, TKI, maupun TKI purna yang bermasalah. TKI di luar negeri tercatat sekitar enam juta orang yang tersebar di 142 negara.

Sebanyak 23 TKI tengah menghadapi ancaman hukuman mati di Arab Saudi. Sedangkan kerja sama dengan Pramuka adalah tentang pembinaan dan pembentukan karakter generasi muda. Saat ini ada 20 juta anggota Pramuka yang tersebar di 327 ribu lokasi. "Ada persamaan Pramuka dengan PMI. Sama-sama mengabdi pada masyarakat," kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwar.

PITO AGUSTIN RUDIANA

 

Sumber