PMI Sukoharjo Terjunkan Relawan ke Lokasi Terdampak Angin

Sabtu, 26 Januari 2019 - 10:52:58 WIB
Diposting oleh : admin1   Kategori: Relawan - Dibaca: 16 kali

Sukoharjo -- PMI Kabupaten Sukoharjo menerjunkan Tim Relawan ke dua lokasi terdampak angin puting beliung, Jumat (25/1) pagi. Tim relawan PMI di terjunkan ke wilayah Kecamatan Sukoharjo Kota dan Kecamatan Bulu, untuk membantu proses evakuasi serta pembersihan material bangunan yang terdampak angin ribut pada Kamis (24/1) sore. Dilokasi, tim Relawan PMI bergabung bersama tim Penanggulangan Bencana Kabupaten yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri dan Potensi Relawan lainnya.

Kepala Markas PMI Sukoharjo Ismoyo Sidik mengatakan, sesaat setelah terjadi bencana angin ribut pada Kamis (25/1) sore tim PB PMI Sukoharjo sudah langsung melakukan asesmen ke sejumlah lokasi terdampak. Tim yang terdiri dari relawan dan Staf Bidang PB langsung mengevakuasi sejumlah pohon tumbang yang berada di tempat maupun obyek vital yang berpotensi membahayakan dan mengganggu arus lalu lintas. Proses evakuasi berlangsung hingga Kamis (24/1) malam.

"Pagi ini kita melanjutkan kegiatan tadi malam. Sesaat setelah angin ribut, sebenarnya tim kita di Posko PB langsung bergerak ke lokasi melakukan asesemen dan evakuasi material bangunan maupun pohon yang porak di wilayah kota. Karena pertimbangan sejumlah faktor termasuk penerangan dan safety, kemudian kita hentikan kegiatan tadi malam, dan kita lanjutkan pagi ini bersama tim gabungan BPBD serta TNI," ujar Ismoyo Sidik, Jumat (25/1).

Berdasarkan data sementara yang masuk, sekitar lebih dari 200 rumah warga terdampak angin puting beliung. Jumlah tersebut tersebar di 5 Kecamatan di wilayah Kabupaten Sukoharjo yakni Kecamatan Sukoharjo Kota, Polokarto, Mojolaban, Tawangsari dan Bulu. Wilayah terdampak angin terparah adalah di wilayah Sukoharjo Kota meliputi kelurahan Jetis dan Gayam serta Kecamatan Bulu meliputi wilayah desa Malangan, Puron dan desa Bulu.

"Kita melakukan penyisiran di wilayah yang terparah terdampak angin, yakni di Sukoharjo Kota dan desa Puron Bulu. Fokus kita adalah material maupun objek yang beresiko dan berpotensi membahayakan warga sekitar terlebih dahulu, serta mengamankan akses jalan warga sekitar," imbuhnya.