Artikel ini telah dimuat dalam Majalah Suara Makmur Edisi Tahun 2019

PMI SUKOHARJO — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukoharjo terus berupaya memenuhi kebutuhan darah bagi pasien Rumah Sakit di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Upaya tersebut terus dilakukan PMI, dengan menggencarkan sosialisasi donor darah dan menjalin kerjasama dengan berbagai komunitas serta organisasi masyarakat di wilayah Sukoharjo.

Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat Unit Donor Darah (UDD) PMI Sukoharjo Musrifah menjelaskan, saat ini PMI Sukoharjo memiliki MoU dengan 3 Bank Darah Rumah Sakit di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Ketiga Bank Darah itu yakni Rumah Sakit Ortopedi, Rumah Sakit dr.Oen dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukoharjo.

Ia mengatakan, dengan adanya MoU antara UDD PMI dengan Bank Darah, secara tidak langsung pihaknya di tuntut untuk berkomitmen menjaga sekaligus mengontrol ketersediaan darah di 3 Rumah Sakit yang telah memiliki Bank Darah tersebut. Disamping itu, PMI juga masih menerima permintaan darah dari Rumah Sakit lain yang belum memiliki Bank Darah. Sehingga kebutuhan darah di Sukoharjo harus selalu dipastikan aman.

“Untuk memenuhi kebutuhan darah itu, maka kita gencarkan sosialisasi dan membuat gerakan donor darah. Kita bekerjasama dengan berbagai komunitas dan ormas yang ada di wilayah Sukoharjo. PMI Sukoharjo sendiri tidak hanya menyuplai 3 Bank Darah Rumah Sakit saja, kita juga menerima permintaan darah untuk pasien dari sejumlah Rumah Sakit yang ada di wilayah Sukoharjo. Misinya adalah kebutuhan darah di Sukoharjo harus kita penuhi,” jelas Musrifah.

Rata-rata setiap bulannya, UDD PMI Kabupaten Sukoharjo mentarget perolehan darah sebanyak 1200 kantong. Selain untuk mengkover 3 Bank Darah Rumah Sakit, jumlah tersebut juga di alokasikan untuk sejumlah Rumah Sakit yang belum memiliki Bank Darah di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

“Rata-rata perbulan perolehan donor darah adalah 1200 kantong. Disuplai untuk kebutuhan Rumah Sakit di Sukoharjo sekitar 900 hingga 1000 kantong. Sisanya kita tidak jarang menyuplai ke jejaring Unit Donor Darah PMI di wilayah lain se Jawa Tengah seperti halnya daerah pantura yang notabenenya di sana kebutuhan darahnya lebih tinggi dari sini,” imbuhnya.

Staf Bidang Sosialisasi Donor Darah UDD PMI Sukoharjo Dyah Wulandari, mengajak Masyarakat Sukoharjo yang belum bergabung menjadi Pendonor Darah Sukarela, untuk bergabung. Pihaknya berharap, Masyarakat Kabupaten Sukoharjo aktif berpartisipasi dalam donor darah agar dapat menambah stok darah PMI,  sehingga ketersediaan darah di Kabupaten Sukoharjo aman dan dapat memenuhi kebutuhan pasien.

“Saya mengajak seluruh Masyarakat Sukoharjo untuk aktif berpartisipasi donor darah. Yang sudah pernah donor, bisa aktif secara continue 3 bulan sekali. Sementara yang belum pernah donor, bisa bergabung dengan komunitasnya untuk menggelar kegiatan baksos donor darah, bisa juga secara pribadi datang ke Markas PMI Sukoharjo di jalan Rajawali Joho,” ajaknya.

Dyah menambahkan, mayoritas pendonor di PMI Sukoharjo merupakan usia produktif antara 17 hingga 35 tahun. Jumlah usia produktif mencapai sekitar 70 persen dari total pendonor darah di PMI Sukoharjo. Pada tahun 2018, terdapat sekitar 250 pendonor darah yang telah mendapatkan penghargaan donor darah, baik berupa Satya Lancana Kebaktian Sosial dari Presiden RI bagi yang mendonorkan darah sebanyak 100 kali, maupun penghargaan 50 kali dan 75 kali dari Gubernur Jateng, serta 10 dan 25 kali dari PMI. “Terutama yang masih usia produktif nih, ayo kami tunggu untuk bergabung jadi pendonor darah sukarela,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *