PMI Sukoharjo — Tanggal 14 Juni merupakan Hari Donor Darah Sedunia. Untuk tahun 2019 ini, Peringatan Hari Donor Darah Sedunia sebagaimana di sampaikan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), bertemakan “Darah Aman Untuk Semua”.


Dikutip dari laman resmi WHO, bahwa dengan peringatan Hari Donor Darah Sedunia diharapkan menggugah kesadaran masyarakat dunia agar meningkatkan partisipasinya untuk menyumbangkan darah.


“Tema kali ini sangat mendorong lebih banyak orang di seluruh dunia untuk menjadi donor darah dan menyumbangkan darahnya secara teratur,” tulis WHO dalam situsnya.

Kampanye Donor Darah dengan Senam Bersama Relawan PMI di Hari Donor Darah Sedunia


Sementara itu, sejumlah masyarakat masih mempercayai beberapa mitos yang seringkali menghalangi atau bahkan menyebabkan orang mengurungkan niat untuk berdonor darah. Seperti di kutip dari detik.com beberapa mitos dan informasi tersebut di antaranya adalah

  1. Tahun ini sudah, maka tak bisa donor darah lagi.
    Padahal sebenarnya, seseorang dapat mendonorkan darahnya setiap tiga bulan sekali.
  2. Jadi donor rentan tertular penyakit.
    Pernyataan ini salah besar. Setiap kali digelar donor darah, PMI (Palang Merah Indonesia) akan memastikan setiap prosedur pengambilan darah terjamin aman seperti menggunakan jarum sekali pakai.
    Penyakit seperti human immunodeficiency virus (HIV) hanya dapat menyebar melalui transmisi langsung, sehingga membutuhkan jarum baru dan masih steril agar tetap aman.
  3. Donor darah menyebabkan kegemukan.
    Faktanya, menyumbangkan darah tidak mempengaruhi berat badan. Memang ada beberapa orang yang setelah menyumbangkan darah mengonsumsi makanan lebih banyak dari normal dan menghindari latihan. Hal tersebut yang bisa jadi penyebab kenaikan berat badan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *