PMI Sukoharjo — Menyusul datangnya musim kemarau dan telah menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah, PMI Kabupaten Sukoharjo menyiapkan bantuan air bersih untuk warga yang mengalami krisis air.

Data dari Posko Penanggulangan Bencana PMI Sukoharjo, wilayah yang terdampak kekeringan merupakan wilayah yang terletak di bagian selatan Sukoharjo yang notabenenya adalah dataran tinggi atau pegunungan.

“Terdapat tiga kecamatan yang menjadi perhatian kami terhadap dampak kekeringan. Tiga kecamatan tersebut diantaranya adalah Kecamatan Bulu, Weru dan Tawangsari,” ujar Kepala Markas PMI Sukoharjo Ismoyo Sidik.

Pihaknya telah menyiapkan satu armada truk tanki air yang di pinjam dari PMI Pusat melalui PMI Provinsi Jawa Tengah, untuk mengkover distribusi bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

“Usai Rakor antara PMI Kabupaten se Jateng dengan BPBD Provinsi, PMI Provinsi dan Gubernur Jawa Tengah awal Juli kemaren, kita langsung susun rencana penanganan dampak kekeringan,” imbuhnya.

Mulai Sabtu (6/7) hingga Akhir Juli mendatang, PMI Sukoharjo secara marathon terus akan mengerahkan armada tanki air ke 3 Kecamatan terdampak, untuk menyuplai air bersih. Pihaknya telah bekerjasama dan berkoordinasi dengan BPBD Sukoharjo serta PDAM Sukoharjo terkait kebutuhan air bersih dan pengirimannya tersebut.

“Kita lakukan koordinasi dengan BPBD dan PDAM terkait kebutuhan suplai air. Setiap harinya telah kita jadwal lokasi mana saja yang akan kita kirim air bersih. Sementara ini kita sudah siapkan kebutuhan 47 tanki air yang akan kita suplai bergiliran hingga akhir bulan. Tidak menutup kemungkinan jumlah ini akan bertambah, jika ada pihak yang ikut berpartisipasi memberi bantuan. Tentunya jika ada pihak yg berpartisipasi tetap komit kita bantu operasional tanki dan pengirimannya,” jelas Ismoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *