Kabar PMI — Menyusul ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo serta himbauan Pemerintah kepada Masyarakat untuk melaksanakan aktivitas di rumah sementara waktu akibat Covid-19, Unit Donor Darah PMI Kabupaten Sukoharjo seketika itu mendapatkan pembatalan sejumlah Agenda Donor Darah Mobile Unit yang telah direncanakan pada bulan Maret hingga April tahun 2020.

Padahal diketahui, Kegiatan Mobile Unit Donor Darah (UDD) PMI Sukoharjo yang merupakan pelayanan jemput bola atau keliling bekerja sama dengan Komunitas serta Instansi, menjadi penyumbang terbesar Stok Darah di UDD PMI Sukoharjo sebesar 70 persen.

Pembatalan Agenda Mobile Unit Donor Darah oleh sejumlah Panitia Event baik dari Komunitas maupun Instansi tersebut, jelas berdampak pada penurunan Stok Darah Harian di Unit Donor Darah PMI Kabupaten Sukoharjo.

Kasi Pelayanan Masyarakat Unit Donor Darah PMI Kabupaten Sukoharjo Musrifah menjelaskan stok darah saat ini dalam status dibawah aman. Sementara itu disisi lain sejumlah pasien seperti penderita thalasemia, demam berdarah, penanganan pembedahan atau operasi, pasien dengan pendarahan dan lainnya, tidak dapat ditunda kebutuhan transfusi darahnya.

“Demi mengamankan ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah di Rumah Sakit di wilayah Kabupaten Sukoharjo, UDD PMI Kabupaten Sukoharjo tetap membuka pelayanan Donor Darah di Markas PMI Jl. Rajawali Joho Sukoharjo selama 7×24 jam, dengan menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19,” terangnya.

Masyarakat yang sehat dan fit serta para Relawan Donor Darah yang sudah terjadwal waktunya kembali donor darah, diharapkan tetap ikut berpartisipasi membantu memenuhi kebutuhan darah di PMI dengan donor darah mendatangi langsung Unit Donor Darah di Markas PMI Kabupaten Sukoharjo.

“Masyarakat atau Pendonor Darah yang ingin donor darah kami himbau untuk datang langsung ke Markas PMI Sukoharjo. Mohon selalu menjaga jarak aman dengan orang lain dan nantinya mengisi formulir donor darah dan formulir penyelidikan epidemiologi virus corona dengan jujur,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *