Kabar PMI — Hujan yang melanda wilayah Soloraya sejak Rabu (3/2) hingga Kamis (4/2) dini hari membuat volume air di Sungai Bengawan Solo naik signifikan.

Akibatnya, 4 Desa di wilayah Kecamatan Mojolaban dan Grogol terendam banjir luapan Sungai Bengawan Solo.

Selain mengamankan diri di rumah saudara, sejumlah warga di desa Tegalmade, Laban dan Gadingan Mojolaban diketahui juga sempat mengungsi ke area tanggul di tepi Sungai Bengawan Solo.

Sementara itu 5 Kepala Keluarga di Dukuh Nusupan Desa Kadokan Kecamatan Grogol sempat mengungsi di Masjid Al Hikmah wilayah setempat

Posko Penanggulangan Bencana PMI Sukoharjo langsung bergerak cepat merespon banjir dengan memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok dan makanan instan untuk warga korban banjir di Kecamatan Mojolaban, Kamis (4/2) pagi.

PMI juga langsung menyiagakan personil untuk memberikan pelayanan kesehatan dan membantu Dapur Umum di Balai Desa Laban Kecamatan Mojolaban dalam memenuhi pasokan logistik pangan kepada pengungsi dan warga terdampak banjir.

Diketahui data di Posko PMI tercatat, sebanyak 380 KK atau sedikitnya 1310 jiwa terdampak banjir luapan Bengawan Solo.

Dari data tersebut, 360 KK merupakan warga Desa Tegalmade, Laban dan Gadingan Kecamatan Mojolaban. Sementara 20 KK lainnya merupakan warga Desa Kadokan Kecamatan Grogol.

Berdasarkan pantauan dilapangan, Kamis (4/2) sore, debit air Sungai Bengawan Solo telah mengalami penurunan. Sejumlah warga yang sempat mengungsi telah kembali kerumah masing-masing.