Layanan Darah

Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD)

Banyak dari kita yang mungkin bertanya tentang kenapa darah tidak gratis pada saat ada pasien yang membutuhkan, padahal pendonor darah melakukan donor darah secara sukarela. Beberapa orang bahkan berpikir bahwa darah tersebut ‘dijual’ oleh PMI.

Namun faktanya adalah darah tidak pernah dijual oleh PMI. Darah tidak ternilai harganya. Terdapat niat, harapan, sumbangsih keikhlasan dan kerelaan dari pendonornya juga kita bersama untuk dapat menolong dan menyelamatkan nyawa bagi sesama yang membutuhkannya.

Darahnya memang benar GRATIS bagi pasien yang membutuhkan, namun ada biaya pemrosesan dan pengolahan mulai dari pra pengambilan, pengambilan dan tindak lanjut di laboratorium yang perlu ditanggung oleh pasien. Biaya ini disebut dengan “Biaya Pengganti Pengolahan Darah” atau biasa disingkat menjadi BPPD.

Dalam rincian Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD), terdapat beberapa bahan sekali pakai seperti kantong darah, reagen serta bahan-bahan tes darah lainnya. Selain itu, ada juga biaya jasa, administrasi, dan pemeliharaan peralatan untuk memproses darah yang telah didonorkan agar aman dan siap ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan.

Sesuai SK PP PMI No.019/KEP/PP.PMI/2023 bahwa besaran biaya pengganti pengolahan darah ditetapkan sebesar Rp. 490.000,- bagi jenis pelayanan darah dengan kualitas uji saring IMLTD EIA untuk pasien peserta BPJS dan non BPJS di seluruh UDD PMI dengan uji silang serasi dilakukan oleh UDD PMI.

Jadi, kita sudah paham sekarang kenapa ada biaya yang perlu dibayar pada saat ada pasien yang membutuhkan darah. Ayo kita lanjut donor darah rutin lagi ya.